Sunday, February 22, 2015

Dasar-Dasar Metodologi Penelitian

Definisi dari Metode Penelitian pada dasarnya merupakan Cara Ilmiah Untuk Mendapatkan informasi dengan tujuan dan kegunaan tertentu, Cara Ilmiah didasarkan pada Ciri-Ciri Keilmuan :

  • Rasional artinya Masuk akal
  • Empiris artinya Bisa dibuktikan
  • Sistematis artinya Berdasarkan aturan yang ada
TUJUAN RISET
  • Penemuan artinya data yang diperoleh dari penelitian adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.
  • Pembuktian artinya data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan tentang tentang informasi atau pengetahuan tertentu.
  • Pengembangan artinya memperdalam dan memperluas pengetahuan.
MENGAPA PERLU PENELITIAN
  1. Refleksi dari proaktif manusia, untuk meningkatkan pengetahuannya tentang sesuatu.
  2. Dorongan dari keinginan relatif manusia untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah dalam kehidupan.
JENIS-JENIS PENELITIAN
1. PENELITIAN MENURUT TUJUANNYA
  • Penelitian Murni artinya Penelitian untuk memahami permasalahan secara lebih mendalam atau untuk mengembangkan teori yang sudah ada.
  • Penelitian Terapan artinya Penelitian yang dilakuan untuk mendapatkan informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah.
A. RESEARCH GAP (PENELITIAN MURNI) 
Penelitian Murni ( pure research ) LIPI memberi definisi sebagai berikut. Penelitian dasar adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian itu tidak segera dipakai namun dalam waktu jangka panjang juga akan terpakai.
Contoh yang paling nyata adalah penelitian untuk skripsi, tesis, atau disertasi. Karena penelitian murni lebih banyak digunakan di lingkungan akademik, penelitian tersebut memiliki karakteristik yaitu penggunaan konsep-konsep yang abstrak. Penelitian murni biasanya dilakukan dalam kerangka pengembangan ilmu pengetahuan. Umumnya hasil penelitian murni memberikan dasar untuk pengetahuan dan pemahaman yang dapat dijadikan sumber metode, teori dan gagasan yang dapat diaplikasikan pada penelitian selanjutnya. Karena penelitian murni lebih banyak ditujukan bagi pemenuhan keinginan atau kebutuhan peneliti, umumnya peneliti memiliki kebebasan untuk menentukan permasalahan apa yang akan ia teliti. Fokus peneliti ada pada logika dan rancangan peneliti yang dibuat oleh peneliti sendiri.
B. APPLIED RESEARCH (PENELITIAN TERAPAN)
Penelitian terapan ialah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis. Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau administrator.
Dilihat dari segi tujuannya, penelitian terapan berkepentingan dengan penemuan-penemuan yang berkenan dengan aplikasi dan sesuatu konsep-konsep teoritis tertentu
2. PENELITIAN TINGKAT EKSPLANASI
Penelitian Deskriptif
  • Digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat.
  • Peneliti bertindak sebagai pengamat. Ia hanya membuat kategori pelaku, mengamati gejala dan mencatatnya dalam buku observasi, tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain.
Contoh : Penelitian yang berusaha untuk menjawab bagaimana sebuah sistem (SIS-JRS) itu berjalan, dan menjalankan fungsinya. (kepada Para Seluruh Mahasiswa, untuk melakukan batal-tambah, misalnya.)
Penelitian Komparatif
  • Penelitian yang bersifat membandingkan.
  • Variabelnya sama tetapi dengan sample yang berbeda atau waktu yang berbeda.
Contoh : Bagaimana Korelasinya, adakah perbedaan untuk kelas reguler dengan kelas lainnya.
Penelitian Asosiatif
  • Penelitian utk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.
  • Paling tinggi dibanding 2 jenis penelitian lainnya.
  • Dapat dibangun suatu teori yg dapat menjelaskan, meramalkan dan mengendalikan suatu gejala.
3. PENELITIAN JENIS DAN ANALISIS DATA
 METODE KUANITATIF dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah cukup mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metodepositivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
    Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
    Penelitian kuantitatif pada umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random, sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi dimana sampel tersebut diambil. (Penyataan ini sudah menjawab problem saya mengapa uji normalitas dan homogenitas hanya perlu dilakukan pada kelas sampel saja
METODE KUALITATIF dinamakan sebagai metode baru, karena popularitasnya belum lama, dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Metode ini disebut juga sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang temukan dilapangan.
    Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil pebelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
B. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Perbedaan aksioma (pandangan dasar) antara penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah sebagai berikut.
Aksioma Dasar Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
1. Sifat realitas | Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur | Ganda, holistic, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman
2. Hubungan peneliti dengan yang diteliti | Independen, supaya terbangun obyektivitas | Interaktif dengan sumber data supaya memperoleh makna
3. Hubungan variabel | Sebab-akibat (klausal) | Timbal balik/interaktif
4. Kemungkinan generalisasi | Cenderung membuat generalisasi | Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu)
5. Peranan nilai | Cenderung bebas nilai | Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data
C. METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF (PENGGABUNGAN)
Menurut pandangan saya, kedua metode tersebut dapat digunakan bersama-sama atau digabungkan, tetapi dengan catatan sebagai berikut:
  1. Dapat digunakan bersama untuk meneliti pada obyek yang sama, tetapi tujuan yang berbeda. Metode kualitatif digunakan untuk menemukan hipotesis, sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis.
  2. Digunakan secara bergantian. Pada tahap pertama menggunakan kualitataif, sehingga ditemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut diuji dengan metode kuantitatif.
  3. Dapat menggunakan metode tersebut secara bersamaan, asal kedua metode tersebut telah difahami dengan jelas, dan seseorang telah berpengalaman luas dalam melakukan penelitian.
4. PENELITIAN BERDASARKAN MASALAH
1. Penelitian Eksploratif Jenis penelitian eksploratif, adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokkan suatu gejala, fakta, dan penyakit tertentu. Penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya.
2. Penelitian Deskriptif melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan data secara sistematik, sehingga dapat lebih mudah untuk difahami dan disimpulkan. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Analisis yang sering digunakan adalah: analisis persentase dan analisis kecenderungan.  Kesimpulan yang dihasilkan tidak bersifat umum. Jenis penelitian deskriptif yang cukup dikenal adalah penelitian survei.
3. Penelitian Verifikatif Jenis penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran suatu fenomena. Misalnya saja, masyarakat mempercayai bahwa air sumur Pak Daryan mampu mengobati penyakit mata dan kulit. Fenomena ini harus dibuktikan secara klinik dan farmakologik, apakah memang air tersebut mengandung zat kimia yang dapat menyembuhkan penyakit mata.
RISET ILMIAH YANG BAIK
Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistimatik, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai suatu subyek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah. Kata ini diserap dari kata bahasa Inggris research yang diturunkan dari bahasa Perancis yang memiliki arti harfiah “menyelidiki secara tuntas”.
Kualias riset tidak hanya dilihat dari hasil akhir riset saja, akan tetapi tergantung pada tiga faktur utama yaitu: IPO 
  • input
  • proses
  • output
untuk menilai kualitas penelitian yang baik ada beberapa kriteria diantaranya.
  • Memiliki tujuan yang jelas, berdasarkan pada permasalahan tepat.
  • Menggunakan landasan teori yang tepat dari metode penelitian yang cermat dan teliti.
  • Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji.
  • Dapat didukung (diulang) dengan menggunakan riset-riset yang lain, sehingga dapat diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya.
  • Memiliki tingkat ketepatan dan kepercayaan yang tinggi.
  • Bersifat Obyektif, artinya kesimpulan yang ditarik harus benar-benar berdasarkan data yang diperoleh dilapangan.
  • Dapat Digeneralisasikan, artinya hasil penelitian dapat diterapkan pada lingkup yang lebih luas.
ETIKA RISET BISNIS
Kepada Responden :
  • Harus menjelaskan tentang manfaat dilakukannya penelitian.
  • Menjelaskan bahwa apa yang disampaikan responden akan dijaga kerahasiaannya.
  • Harus meminta ijin terlebih dahulu tentang kesediaan calon responden untuk menjadi responden.
  • Jika penelitian telah selesai. hendaknya responden diberitahu tentang hasil penelitian yang diperoleh.
Kepada Klien :
  • Etika atas kerahasiaan.
  • Etika atas mutu penelitian yang baik.
Kepada Asisten :
  • Peneliti harus mendesain penelitiannya sehingga keamanan asisten penelitian terjamin.
  • Asisten harus menjamin kebenearan datanya.
KRITERIA RISET BAIK UNTUK SAINS DAN TEKNOLOGI
Sebuah riset yang baik akan menghasilkan:
  1. Produk atau inovasi baru yang dapat langsung dipakai oleh industri (bukan hanya sebatas prototipe).
  2. Paten.
  3. Publikasi di jurnal internasional.
Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non-ilmiah (unscientific method). Pencarian kebenaran secara ilmiah dan non-ilmiah sudah saya bahas di artikel berjudul hakekat kebenaran. Tapi kalau kita lihat dari definisi diatas, penelitian banyak bersinggungan dengan pemikiran kritis, rasional, logis (nalar), dan analitis, sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah (scientific method) adalah hal yang jamak dan disepakati umum dalam penelitian. Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa diukur, dibuktikan dan dipahami dengan indera manusia. Penelitian yang menggunakan metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).
TAHAPAN DALAM PROSES PENELITIAN
Tahapan-tahapan dalam penelitian merupakan pedoman peneliti untuk melakukan penelitian dengan cara yang benar. peneliti tidak dapat melakuan penelitian hanya dengan cara mengumpulkan data dan menganalisanya. tetapi peneliti harus berawal dari penemuan permasalahan dan berlanjut kepada tahapan-tahapan selanjutnya, Proses dalam sebuah penelitan ada 6 tahapan yaitu :
  1. Penemuan dan identifikasi masalah
  2. Desain riset
  3. Sampling
  4. Pengumpulan data
  5. Pemrosesan dan analisis data
  6. Kesimpulan dan laporan.
Indriyanto dan Supomo (1999) mengatakan proses penelitian ilmiah secara umum harus memenuhi langkah-langkah antara lain :
  1. Masalah/pertanyaan penelitian,
  2. Telaah teoritis,
  3. Pengujian fakta, dan
  4. Kesimpulan.
Tahap-tahap ini umumnya berlaku untuk pendekatan penelitian kuantitatif. Proses penelitian ini memperjelas tahap-tahap penelitian kuantitatif (Sugiyono, 2002). Langkah-langkah yang dilakukan dalam sebuah penelitian kuantitatif antara lain :
  • Masalah : Penelitian berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber empiris dan teoritis, sebagai suatu aktivitas penelitian pendahuluan (prariset). agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai literatur relevan.
  • Rumusan Masalah : Masalah yang ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah, dan umumnya rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan.
  • Pengajuan Hipotesis : Masalah yang dirumuskan relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran referensi teoritis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya.
  • Metode/Strategi Pendekatan Penelitian : Untuk menguji hipotesis maka peneliti memilih metode atau strategi atau pendekatan atau desain penelitian yang sesuai.
  • Menyusun Instrumen Penelitian : Langkah setelah menentukan metode/strategi pendekatan penelitian maka peneliti merancang instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angkat, pedoman wawancara, pedoman observasi dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.
  • Mengumpulkan dan Menganalisa Data : Data penelitian dikumpulkan dengan instrumen yang valid dan reliabel, dan kemudian dilakukan pengolahan dan analisa data penelitian dengan alat uji statistik yang relevan dengan tujuan penelitian.
  • Kesimpulan : Langkah terakhir adalah  membuat kesimpulan dari data yang dianalisis. melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.
Didalam sebuah penelitian dikelompokan kedalam tiga tahapan yaitu Perancangan, Pelaksanaan, Penulisan Laporan.
TAHAP PERENCANAAN (PERSIAPAN)

Langkah-langkah penelitian yang masuk pada tahap ini adalah :
  1. Penentuan atau pemilihan masalah;
  2. Latar Belakang Masalah;
  3. Perumusan atau Identifikasi masalah;
  4. Telaah Kepustakaan;
  5. Tujuan dan kegunaan penelitian;
  6. Perumusan Hipotesisi
  7. Metode Penelitian;
  8. Penyusunan Administrasi Penelitian/Jadwal Penelitian.
Langkah-langkah tersebut ditulis biasanya ditulis dalam proposal (Outline penelitian) atau rancangan penelitian.
Pada tahap ini , sikap mental yang harus dimiliki oleh si peneliti adalah : aktif, kritis, dan skeptis. Aktif dalam mencari data, kritis dalam menimbang dan membandingkan data dengan masalah, serta skeptis karena masih ada yang diragukan.
TAHAP PELAKSANAAN PENELITIAN

Dalam tahap ini, ada empat langkah penelitian yang harus dilakukan :
  • Pengumpulan data;
  • Pengolahan data;
  • Analisis data;
  • Penafsiran hasil analisis.
Paaada tingkat langkah analisis, maka sikap mental yang perlu dimiliki oleh peneliti adalah : aktif, kritis, dan skeptis, artinya mencarai kenyataan yang terjadi di lapangan yang benar-benar ada.
TAHAP PENULISAN LAPORAN PENELITIAN

Dalam hal isi laporan, maka harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
  • Berisi keseluruhan proses dan pengalaman penelitian didalam bentuk cerita/paparan/deskrisi naratif;
  • Laporan diperinci dalam bab dan sub-bab dengan judul yang tepat dan jelas, sehingga memudahkan pembaca dalam mencari bagian tertentu;
  • Kalimaat disusun dengan jelas daaan sederhana;
  • Istilah ditulis dengan tepat untuk menghindari kesalahpahaman;
  • Tata bahasa, ejaan, dan sistematika penulisan dilakukan menuruti peraturan yang ditentukan;
  • Penomoran bab, sub-bab, tabel, dan diagram yang ada ditulis dengan ajeg (konsisten).
  • Catatan kaki (footnote) digunakan untuk tiap kutipan yang ada.

Sumber : http://andriahmadgozali.ilearning.me/2014/02/11/dasar-dasar-metodologi-penelitian/

Friday, February 6, 2015